Aksi massa kembali digelar di Polda Sulawesi Tenggara pada Senin (28/10). Sayangnya, demonstrasi tersebut berakhir ricuh. Massa yang berasal dari kalangan mahasiswa tersebut bahkan melempari anggota kepolisian yang berjaga dengan kotoran tinja.

Tak hanya dengan kotoran, Harry juga menyebut bahwa massa melempari personel kepolisian yang berjaga dengan menggunakan batu. Lemparan batu oleh massa tersebut bahkan membuat Dirpolair Polda Sultra Kombes Andi Anugerah terluka.

“Dari aksi kemarin ada korban yaitu Dirpolair menderita luka akibat lemparan batu dari massa pengunjuk rasa,” jelas Harry. “Saat ini bapak Dirpolair diberikan tindakan medis dan dirawat di RS Bhayangkara. Baru saja Bapak Kapolda dan Wakapolda beserta rombongan membesuk Dirpolair.”

Harry lantas memastikan bahwa Polda Sultra akan mengusut kasus pelemparan kotoran tinja dan juga batu kepada anggota polisi yang berjaga. Kasus tersebut saat ini masih berada dalam tahap penyelidikan.

“Tetap kita lakukan pengusutan kita lakukan penyelidikan ya,” ujar Harry. “Karena apa yang mereka lakukan bukan lagi wujud dari unjuk rasa ya, tapi sudah perbuatan anarkis.”

Sementara itu, aksi massa tersebut digelar berkaitan dengan kasus penembakan 2 mahasiswa Universitas Halu Oleo, yakni Randy dan Yusuf Kardawi. Keduanya merupakan korban tewas saat demonstrasi di depan Gedung DPRD Sultra pada September 2019 lalu.

“Kami menuntut agar bertemu dengan tim investigasi kasus tewasnya Randy dan Yusuf Kardawi,” ujar orator. “Ketua tim investigasi di sini adalah Kapolda Sultra. Kami meminta bertemu agar tim investigasi menjelaskan sejauh mana perkembangan kasus ini. Karena sudah satu bulan lebih, kasus penembakan yang menewaskan dua rekan kami belum terungkap.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here